Peternakan Ayam Di China Rebus Anak Ayam Hidup-hidup


Praktik sadis ini dalam rangka perangi flu burung jenis baru


Flu burung jenis baru masih terus memakan korban jiwa di China seiring belum ditemukannya vaksin yang tepat. Berbagai peternakan mulai melakukan tindak pencegahan, mulai dari memberikan anti virus sampai memusnahkan binatang ternak.

Sebuah peternakan di kota Qingyuan, provinsi Guangdong, punya cara ampuh dan murah namun sadis dalam memusnahkan anak-anak ayam milik mereka. Para peternak tega membunuh puluhan ribu anak ayam tersebut dengan merebusnya hidup-hidup di kuali besar.

Diberitakan Daily Mail pekan ini, tindakan sadis itu terjadi demi mematuhi perintah petugas untuk memusnahkan sebanyak mungkin binatang ternak. Peternakan ini telah merebus hingga mati 30.000 anak ayam per harinya.

"Sebelum virus ini menyebar, kami menetaskan sekitar 100.000 ayam per hari. Namun sekarang kami harus memangkasnya hingga 50.000 dan ini masih terlalu banyak sehingga kami harus membunuhnya," kata juru bicara peternakan itu, Fai T'ien.

"Kami menyisihkan beberapa ayam yang telah divaksinasi dan menjualnya, tapi kebanyakan kami bunuh dengan merebusnya," lanjut dia lagi.
Cara Mudah
Dia mengatakan bahwa merebus ini sangat mudah dan cepat dalam memusnahkan ayam. Namun, langkah ini dikecam oleh para aktivis pecinta binatang yang mengatakan pasti ada cara lebih baik dalam melakukannya.

Hingga saat ini telah 31 orang meninggal akibat virus H7N9 dan 129 orang yang terjangkit. WHO dalam laporannya mengatakan bahwa belum ada bukti kuat virus H7N9 ini mudah ditularkan antara manusia.

WHO juga memaparkan hasil temuan mereka yang mengatakan bahwa 40 persen dari penderita tidak memiliki kontak sama sekali dengan binatang ternak. 

Share on Google Plus

My mujib suhartadi

Siapakah Satriamandala ? Hanya Seseorang yang memiliki hoby menulis dan mencoba hal - hal baru khususnya yang berhubungan dengan teknologi internet :)
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung ke situs www.athba.net. Mari berpartisipasi untuk berbudaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk ajang diskusi, berbagi ilmu dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berkomentar. Jangan berkomentar out of topik. dilarang keras menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. DILARANG KERAS MEMASANG LINK HIDUP DI KOLOM KOMENTAR. Pengunjung yang baik adalah mereka yang selalu meninggalkan jejak komentar di setiap artikel tanpa spam.