Athba.net | Pada akhir tahun 1880-an. Fotografer Al Saeed Abdul Ghaffar membuat album seri dari foto-foto Mekkah sebagai kota suci umat islam di seluruh dunia. Hari ini, setelah sekitar 128 tahun kemudian, lebih dari satu juta peziarah datang setiap tahun ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji, terutama pada bulan Dzulhijjah yang menyebabkan pembangunan untuk pelebaran infrastruktur kota mekkah, yang menampung aliran jema'ah yang dari tahun ke tahun terus meningkat dari Muslim dari seluruh dunia.


                      http://www.athba.net/

Foto di atas menunjukkan pada foto sebelah Kiri: Foto Ka'bah di Mekah pada tahun 1887. Kanan: Sebuah pemandangan dari tempat yang sama, 128 tahun kemudian, Masjid Agung dan Ka'bah di Mekah, Arab Saudi, 25 September 2015.

http://www.athba.net/
    Suasana tawaf pada tahun 1887

http://www.athba.net/
 suasana tawaf di masa sekarang

http://www.athba.net/
Kota Mekkah pada tahun 1887. Dengan latar belakang benteng ziyad.


http://www.athba.net/
 Kota mekkah sekarang dengan menara Abraj al-bait


http://www.athba.net/

http://www.athba.net/

http://www.athba.net/
 Masjidil haram di kota mekkah pada 1887


http://www.athba.net/
 Masjidil haram di kota mekkah sekarang dengan segala fasilitas dan kemegahannya


http://www.athba.net/
 Kota mekkah pada tahun 1887

http://www.athba.net/
 Kota mekkah pada saat sekarang


http://www.athba.net/
 Bagian barat lembah mina, pada tahun 1887

http://www.athba.net/
 Bagian barat lembah mina sekarang yang merupakan kota tenda di mina


http://www.athba.net/
 Bagian timur lembah mina pada 1887

http://www.athba.net/
 bagian timur lembah mina sekarang yang tertata rapi


http://www.athba.net/
Para jama'ah di dekat Gunung Arafat pada tahun 1887.


http://www.athba.net/
Jalur para jama'ah di  mina pada 2015

Post a Comment

  1. berhaji jaman dulu sepertinya lebih terasa daripada sekarang, karena dulu semua belum semodern sekarang, dimana sekarang segala sesuatunya dimudahkan

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke situs www.athba.net. Mari berpartisipasi untuk berbudaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk ajang diskusi, berbagi ilmu dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berkomentar. Jangan berkomentar out of topik. dilarang keras menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. DILARANG KERAS MEMASANG LINK HIDUP DI KOLOM KOMENTAR. Pengunjung yang baik adalah mereka yang selalu meninggalkan jejak komentar di setiap artikel tanpa spam.