Dampak Positif dari Seni Jalanan Grafiti

Tags
http://www.athba.net/
Athba.net | Seni lukis jalanan atau grafiti biasanya identik dengan kekumuhan atau kesemrawutan suatu daerah. Tapi, seni lukis jalanan juga bisa memperindah kota bahkan berdampak sangat positif terhadap penduduknya. Seperti apa yang terjadi di sebuah kota di mexico berikut ini.

Dalam upaya untuk memperindah kotanya, Germen rew dan pemerintah Meksiko bergabung untuk merehabilitasi dan mempercantik distrik Palmitas di Pachuca di Meksiko. Germen Crew adalah sebuah organisasi pemuda yang menggunakan grafiti sebagai sarana ekspresi. Sebuah proyek besar mencakup wilayah seluas 20 ribu meter persegi dan terdiri dari 209 yang di cat warna warni hingga membentuk karya seni yang ajaib. Seni jalanan atau grafiti yang ambisius menggunakan warna-warna cerah yang terlihat menyatu antara rumah satu dengan lainnya yang mengarah hingga ke atas bukit-sangat menyegarkan mata.

Polusi Akibat Industrialisasi China

http://www.athba.net/Athba.net | Demi kemajuan,kesejahteraan dan pengembangan industri, manusia harus membayar untuk itu semua. Ketika pengembangan industri dilakukan secara membabi buta dan tak mengindahkan akibatnya, resiko untuk mengorbankan lingkungan yang sehat dan udara yang bersih bagi generasi berikutnya sangatlah besar. Berikut artikel dan foto tentang bagaimana pesatnya pengembangan industri yang ada di china telah mempengaruhi situasi ekologi dan para penduduknya. Bahkan ada sebuah desa terpencil di Cina yang lebih dikenal dengan sebutan Desa Kanker karena setiap tahunnya ada lebih dari 20 penderita yang meninggal dunia. Desa tersebut adalah Desa Xuanwei yang berada di propinsi Yunnan.keadaan tersebut disebabkan oleh pencemaran-pencemar an–baik dari bawah (tanah, air) maupun dari atas (udara)–yang sudah melebihi ambang batas. Seorang Fotografer telah mengumpulkan foto-fotonya untuk menunjukkan seberapa parah pengaruh industri terhadap lingkungan dan para penghuninya. Foto-foto ini adalah hasil penggarapan seorang Lu Guang, fotografer Cina yang pada 14 Oktober 2009 memenangkan penghargaan W. Eugene Smith di bidang Fotografi Kemanusiaan atas proyek dokumenternya yang berjudul “Polusi di Cina”. Lu Guang memulai karirnya sebagai fotografer amatir pada tahun 1980. Ia dahulu adalah seorang buruh pabrik, kemudian membuka studio fotonya dan biro iklannya sendiri. Pada bulan Agustus 1993 ia kembali kuliah untuk pendidikan pasca-sarjana di Pusat Akademi Seni dan Desain di Beijing (sekarang Akademi Seni dan Desain, Universitas Tsinghua). Selama kuliah, ia belajar, berkelana ke seluruh negeri, dan mengukir kariernya hingga menjadi “kuda hitam” di lingkaran fotografer di Beijing.