http://www.athba.net/
Athba.net | Jangan remehkan atau menganggap tikus hanya sebagai hewan pengganggu atau hama yang identik dengan hewan kotor dan penyebab berbagai penyakit. Tapi kisah berikut ini bukan dari film ratatouille, film yang mengisahkan seekor tikus yang pandai memasak, tapi ini sebuah kisah dimana tikus-tikus bekerja sebagai pencari ranjau darat sisa-sisa perang yang berbahaya. Tikus adalah partner favorit bagi semua orang karena kepandaiannya bertugas membersihkan sisa-sisa peralatan perang yang mash aktif termasuk ranjau darat. Ranjau darat membunuh ribuan orang setiap tahun, tetapi tikus ini telah dilatih untuk menyelamatkan nyawa dengan mengendus aroma dari bahan peledak. Kelompok yang bertanggung jawab untuk pelatihan tikus adalah APOPO – yang merupakan singkatan Anti-Persoonsmijnen Ontmijnende Product Ontwikkeling yang berada di Belanda, atau pengembangan produk deteksi ranjau darat anti personil.

Tanpa menyakiti atau mengeksploitasi berlebihan untuk menghormati binatang, tikus-tikus dari Afrika ini diajarkan untuk mengidentifikasi bahan peledak dan kemudian mengingatkan para petugas penyapu ranjau.

Mereka sempurna untuk pekerjaan karena tikus-tikus ini sangat cerdas dan memiliki indera penciuman yang tajam terhadap bau. Karena ukuran mereka cukup kecil, berat tubuhnya tak akan meledakkan ranjau meskipun mereka menginjaknya, selama ini bahkan Tidak ada tikus yang tewas dalam ladang ranjau.

http://www.athba.net/

Mereka dapat memindai lokasi hingga dua ratus meter persegi hanya dalam waktu 20 menit. Ini sangat efektif di banding jika dilakukan oleh manusia dengan detektor logam akan memakan waktu lima hari pada ukuran luas yang sama.

http://www.athba.net/

http://www.athba.net/

Sejak tahun 2000, mereka telah menemukan lebih dari 9.000 ranjau darat dan bom seluruh daerah Tanzania dan Mozambique. Mereka juga menemukan ribuan senjata dan amunisi yang tersimpan di dalam tanah.

http://www.athba.net/

http://www.athba.net/

Tikus biasanya hidup sampai delapan tahun, tetapi ketika mereka berumur enam tahun mereka akan pensiun. Mereka menjalani sisa hari-hari mereka sebagai pahlawan, mengunyah alpukat, apel dan pisang, dan dikasihi oleh para penjaga mereka.



loading...

Post a Comment