http://www.athba.net/
Athba.net Suku Bajau adalah suku bangsa yang tanah asalnya Kepulauan Sulu, Filipina Selatan. Suku ini merupakan suku nomaden yang hidup di atas laut, sehingga disebut "gipsi laut". Suku Bajau menggunakan bahasa Bajau. Bahasa Bajau yang terdapat di lingkungan perairan Indonesia memperlihatkan ciri kebahasaan yang sama dan hanya berbeda dialek dengan bahasa Bajau yang digunakan di perairan Malaysia dan Filipina Selatan. Ada anggapan bahwa bahasa mereka sebenarnya sama karena mereka selalu mengadakan interaksi musiman secara teratur. Selain itu pengaruh bahasa asing dianggap sedikit sekali, karena mereka suka menjauhkan diri dari kontak sosial ekonomi dengan suku-suku bangsa lain, kecuali hubungan dagang dengan orang bugis dan makassar.  Suku Bajau sejak ratusan tahun yang lalu sudah menyebar ke negeri Sabah dan berbagai wilayah Indonesia. Suku Bajau juga merupakan anak negeri di Sabah. Suku-suku di Kalimantan diperkirakan bermigrasi dari arah utara (Filipina) pada zaman prasejarah. Suku Bajau yang Muslim ini merupakan gelombang terakhir migrasi dari arah utara Kalimantan yang memasuki pesisir Kalimantan Timur hingga Kalimantan Selatan dan menduduki pulau-pulau sekitarnya, lebih dahulu daripada kedatangan suku-suku Muslim dari rumpun Bugis yaitu suku Bugis, suku Makassar, suku Mandar. namun pengaruh sistem kepercayaan animisme laut masih amat kuat, sehingga menjadi salah satu ciri kebudayaan mereka yang khas itu. Saat ini, Suku Bajau menyebar hampir di seluruh kepulauan Indonesia (terutama Indonesia Timur), bahkan sampai ke Madagaskar. Kebanyakan Suku Bajau yang menyebar mulai tinggal menetap dan berbaur dengan suku-suku lain.


http://www.athba.net/
Terlepas dari kenyataan bahwa dari waktu ke waktu, semakin banyak orang-orang suku bajau yang menetap di suatu daerah, beberapa kelompok orang-orang bajau masih hidup nomaden di atas air.
Sebagian besar orang-orang suku Bajau memeluk agama Islam, namun pengaruh sistem kepercayaan animisme laut masih amat kuat, sehingga menjadi salah satu ciri kebudayaan mereka. Pengaruh agama Islam mungkin diperoleh lewat interaksi dengan para pelaut Bugis saat berinteraksi melakukan perdagangan yang juga tersebar di berbagai perairan laut Nusantara. Bedanya para pelaut Bugis masih mengenal pemukiman tertentu sebagai tempat tinggal dan terbuka untuk mengadakan hubungan yang lebih dalam dengan suku-suku bangsa lain. Suku bajau menjejakkan daratan hanya ketika mereka mengadakan pemakaman atau upacara perkawinan. Mereka tidak berlayar sepanjang tahun, karena pada musim-musim tertentu mereka akan menetap di dekat pantai yang perairannya tenang sambil memperbaiki perahu dan alat-alat untuk menangkap ikan serta hasil laut lainnya.

http://www.athba.net/

http://www.athba.net/
orang-orang suku bajau mengunjungi daratan hanya ketika mengadakan upacara sosial seperti pemakaman atau perkawinan, terkadang untuk memakamkan anggota keluarga yang meninggal.

http://www.athba.net/

http://www.athba.net/
Nelayan adalah pekerjaan mereka, bahkan ketika anak-anak memasuki umur 4 tahun mereka mulai belajar menangkap gurita,ikan dan lobster.

http://www.athba.net/

http://www.athba.net/

http://www.athba.net/





Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke situs www.athba.net. Mari berpartisipasi untuk berbudaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk ajang diskusi, berbagi ilmu dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berkomentar. Jangan berkomentar out of topik. dilarang keras menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. DILARANG KERAS MEMASANG LINK HIDUP DI KOLOM KOMENTAR. Pengunjung yang baik adalah mereka yang selalu meninggalkan jejak komentar di setiap artikel tanpa spam.