Athba.net | Di tepi pantai Samudra Hindia terdampar ribuan sandal bekas atau sampah karet lainnya. Limbah ini tidak terurai dan menumpuk ber ton-ton disepanjang pantai, sehingga sulit bagi orang-orang untuk berenang, membunuh binatang karena sampah sampah itu bisa tertelan oleh ikan dan binatang lainnya. Julie Church, seorang konservasionis laut telah menemukan cara unik dan bermanfaat yaitu mengumpulkan sandal dan membuat produk mainan yang menyenangkan.

http://www.athba.net/

Pemilik perusahaan dan konservasionis laut Julie Church berpose di atas tumpukan sandal bekas yang dibuang. di Ocean Sole, perusahaan daur ulang di Nairobi, Kenya.


http://www.athba.net/

Julie Church Menciptakan perusahaan sendiri Ocean Sole, Julie adalah pantai malaikat penjaga yang sebenarnya dari Samudera Hindia. Pada tahun 1999, Julie bekerja Wildlife Fund WMF di Kenya, di mana ia melihat anak-anak bermain dengan sampah. Dan itu mendatangkan ide untuk mendaur ulang sampah-sampah karet yang tak bisa terurai menjadi produk seni.
http://www.athba.net/

Ketika dia keluar dari organisasi dan menciptakan perusahaan daur ulang Ocean Sole, ia mulai mencari relawan yang mewujudkan ide kreatifnya. Pada awalnya itu semua sangat berat, menyediakan peralatan untuk produksi dan penyewaan gedung untuk perusahaannya. Tapi kemudian ide itu mulai membuahkan hasil ketika mainan laku terjual. Selain sebuah keuntungan Julie juga giat mengkampanyekan produknya untuk mendorong orang lain memanfaatkan idenya.

http://www.athba.net/

http://www.athba.net/

dan kemudian Pada tahun 2008 julie mulai mempromosikan eco-bisnisnya., Julie dengan teman-temannya untuk membuat jerapah besar untuk fashion show di Roma. kini produk daur ulangnya bahkan sudah ada di Toko mainan di India, Kenya, Jepang, Amerika Serikat. omset perusahaan mencapai 150 000 dolar per tahun, dengan jumlah produksi mencapai 400 ton.

http://www.athba.net/

http://www.athba.net/

sumber: oceansole
via: byaki

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke situs www.athba.net. Mari berpartisipasi untuk berbudaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk ajang diskusi, berbagi ilmu dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berkomentar. Jangan berkomentar out of topik. dilarang keras menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. DILARANG KERAS MEMASANG LINK HIDUP DI KOLOM KOMENTAR. Pengunjung yang baik adalah mereka yang selalu meninggalkan jejak komentar di setiap artikel tanpa spam.