7 Cara Kremasi Dari Berbagai Negara

Banyak metode untuk penghormatan terakhir kepada orang-orang yang kita cintai. Metode dan cara kita memperlakukan yang telah meninggal biasanya berdasarkan cinta,penghormatan,adat, keyakinan dan kepercayaan. Beberapa cara pemakaman jenazah dengan cara yang tenang dan sederhana, tapi beberapa cara juga dengan cara yang unik dan sangat menarik dimana kita bisa tahu segala macam penghormatan untuk yang meninggal dari keragaman budaya dan kearifan di setiap daerah tertentu.Berikut ini kami mencoba merangkum beberapa tata cara pemakaman.

1. Membakar Diri (sati)


Sati atau di kenal dengan suttee adalah praktek pembakaran diri seorang perempuan sebagai penghormatan kepada suami yang meninggal. Adat ini berawal dari cerita dewi sati atau dewi dakshayani yang membakar diri. Perempuan yang melakukan sati di anggap sebagai perempuan suci. Tetapi kini sati di anggap ilegal karena di nilai sangat kejam.


2. Promession



Ini adalah cara pemakaman modern yang ramah lingkungan. Berasal dari kata "promise" di ciptakan oleh ahli biologi swedia susanne wiigh. Proses promession adalah dengan cara membekukan tubuh dan merendamnya pada nitrogen cair hingga tubuh hancur menjadi debu. Praktek ini telah di gunakan di 60 negara di seluruh dunia. Keuntungan dari promession adalah tidak melepaskan polusi akibat gas emisi akibat penggunaan metana dan melepaskan carbon dioksida (co2) dan nitrogen oksida ke atmosfer seperti pada cara kremasi.


3. Menara Kesunyian (Tower of Silence)


Dakhma, lebih di kenal dengan menara kesunyian adalah bangunan melingkar untuk pemakaman dari kepercayaan zoroastrianisme. Mereka percaya bahwa manusia mati tidak lah suci,jadi mereka menempatkan yang meninggal di tempat tinggi. Bangunan terdiri dari tiga lapisan cincin. lapisan paling luar adalah untuk laki-laki,kemudian perempuan dan yang paling tengah dan terdalam untuk anak-anak. Setelah satu tahun tulang-tulang dari mayat itu di kumpulkan ke dalam peti dan di larutkan dengan zat kapur hingga hancur, sisa tulang yang hancur akan di lepas ke laut. Jadi mayat tidak mengotori kesucian tanah.


4 Bog Bodies


 Rawa tubuh adalah mayat manusia yang telah secara alami menjadi mumi dalam sebuah rawa gambut. Karena lingkungan rawa yang memiliki keasaman air yang sangat tinggi, suhu rendah, sedikit oksigen, proses mumifikasi dicapai. Dalam metode ini, tulang juga bisa di hancurkan karena adanya asam di gambut. Banyak orang merasa sulit untuk membayangkan bahwa tubuh rawa berubah gelap sekali. Satu-satunya yang memberikan gambaran sedikit tentang bagaimana tubuh rawa tampak selama hidup mereka adalah sisa-sisa pakaian, rambut dan konstruksi  wajah .


5. Memorial Diamonds


Agak mirip dengan seni kremasi, peringatan berlian dibuat dari rambut atau abu almarhum. Pertama kali diperkenalkan oleh LifeGem , Memorial Diamonds yang mendapatkan popularitas di Amerika Serikat, Inggris, Swiss, Belanda, Jepang dan banyak negara lain. Memorial diamonds yang dihasilkan dari rambut atau abu, dengan menambahkan unsur karbon lainnya. Untuk membuat rambut menjadi berlian, sampel rambut yang di proses dimana karbon diekstrak yang kemudian berubah menjadi berlian di bawah tekanan tinggi dan suhu tinggi.


6. Ngaben di Bali
 


 Upacara unu lazim di bali,indonesia. Tubuh almarhum dianggap sebagai tidur. Anggota keluarga tidak menangis karena mereka percaya bahwa almarhum hanya tidur dan akan menemukan Moksha (pembebasan dari siklus kematian dan kelahiran kembali), di tempat peristirahatannya yang terakhir. Kemudian, pada hari upacara, tubuh ditempatkan dalam peti mati yang diposisikan di dalam sarkofagus yang menyerupai banteng atau struktur candi terbuat dari kayu dan kertas. Struktur tersebut kemudian dibawa ke tempat kremasi dengan prosesi. Prosesi tidak berjalan dalam garis lurus untuk membingungkan roh jahat dan mengusir mereka pergi. Pada akhirnya, seluruh struktur diletakkan di atas api untuk membebaskan semangat dan memastikan reinkarnasi.


7.  Resomation



Resomation, juga dikenal sebagai hidrolisis basa, adalah proses pemakaman dimana tubuh dipecah dengan proses kimia dengan penggunaan air dan alkali. Ini adalah ramah lingkungan, hormat dan bermartabat proses modern.sedang dipertimbangkan oleh beberapa negara termasuk Inggris,  Dalam Resomation, tubuh ditempatkan ke dalam resomator yang mengubahnya menjadi debu berwarna putih dengan menerapkan tekanan tinggi. Seluruh proses memakan waktu 2-3 jam, waktu yang hampir sama dengan proses rata-rata kremasi. Pada akhirnya, yang tertinggal hanya cairan steril dan abu sisa-sisa tulang. Tulang abu sisa tulang dikembalikan ke orang yang dicintai dalam sebuah guci dan cairan steril dikembalikan ke siklus air. Proses ini telah disukai oleh kelompok-kelompok ramah lingkungan karena membutuhkan lebih sedikit energi dan kurang memancarkan karbon dioksida.

Terima kasih telah berkunjung ke situs www.athba.net. Mari berpartisipasi untuk berbudaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk ajang diskusi, berbagi ilmu dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berkomentar. Jangan berkomentar out of topik. dilarang keras menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. DILARANG KERAS MEMASANG LINK HIDUP DI KOLOM KOMENTAR. Pengunjung yang baik adalah mereka yang selalu meninggalkan jejak komentar di setiap artikel tanpa spam.
EmoticonEmoticon