Aqueduct berasal dari kata Latin aqua yang artinya air dan kata ducere yang berarti memimpin. Oleh karena itu aquaduct sebenarnya paling tepat digambarkan sebagai sebuah struktur artifisial seperti saluran, terowongan, atau selokan, yang digunakan untuk mengangkut air dari satu lokasi terpencil ke lokasi yang lain.

Saluran air pertama dibangun oleh peradaban kuno seperti di Babel, Asyur, dan Mesir. Saluran-saluran air primitif ini dibangun hanya sebagai kanal terbuka yang digali antara sungai dan kota. Namun insinyur-insinyur paling terkenal dari saluran air di antara semua peradaban kuno adalah insinyur-insinyur Romawi. Selama periode 500 tahun bangsa Romawi membangun sekitar 11 saluran air kuno yang mengaliri pasokan air kota-kota mereka dan membangun lebih banyak lagi di seluruh kerajaan mereka.



10. Tambomachay



Dijuluki "The Bath dari Inca", Tambomachay adalah situs arkeologi dekat Cusco, Peru. Situs ini terdiri dari serangkaian kanal-kanal saluran air dan air terjun kuno yang berasal dari mata air panas di dekatnya yang berjalan melalui batu bertingkat. Mandi dan mencuci sepertinya menjadi bagian penting dari kehidupan Inka, dan banyak situs Inca di Lembah Suci memiliki bak mandi dan saluran air sebagai fitur menonjol. Mandi di Tambomachay tampaknya menjadi kegiatan besar dalam hidup mereka saat sekarang kegiatan ini dinamakan spa.


9. Aqueduct Park




Selama periode 500 tahun (dari 312 SM sampai 226 M) 11 saluran air Romawi dibangun untuk membawa air ke Roma dari sejauh 92 kilometer (57 mil). Sistem saluran air mencapai lebih dari 415 km (258 mil) meskipun hanya sekitar 48 km (30 mil) terbuat dari batu lengkung sedangkan sisanya terdiri dari terowongan bawah tanah. Sisa-sisa dari 7 saluran air kuno: Marcio, Anio Novus, Tepula, Mariana, Claudio, Iulia dan Felice. Dari jumlah tersebut, Claudio Aqua adalah yang paling mengesankan. Dibangun sekitar 52 AD dan mencapai ketinggian 28 meter (92 kaki).



8. Caesarea Aqueduct


Caisarea adalah sebuah kota pelabuhan penting dibangun oleh Raja Herodes Agung antara 23-13 SM. Saluran air membawa air yang mengalir ke kota dari mata air sejauh 10 km (6 mil). Herodes membangun saluran air pertama ketika kota ini didirikan. Bangsa Romawi memperluas saluran air kuno pada abad ke-2. Bagian ini memanfaatkan saluran air yang lebih tua, dan melipat duakan kapasitasnya. Saluran air ini terus memasok air hingga 1200 tahun, meskipun diperbaiki beberapa kali.





7. Nazca Aqueducts


Saluran air Nazca dibangun pada abad ke-3 hingga ke-6 oleh orang-orang Nazca untuk bertahan hidup di iklim gurun yang gersang. Air berjalan dalam akuifer disalurkan ke tempat dimana diperlukan dengan menggunakan saluran bawah tanah buatan manusia. Jalan konsentris menuju ke saluran bawah tanah ini disediakan untuk akses langsung ke air dan terowongan bawah tanah untuk pemeliharaan. Masih digunakan sampai sekarang oleh penduduk lembah, terowongan, sumur dan parit ini secara kolektif dikenal sebagai puquios. Beberapa puquios yang masih terawat baik adalah yang terletak di Cantalloc.



6. Hampi Aqueducts



Hampi adalah ibukota kerajaan Vijayanagar abad ke-14 di India. Sekitar Hampi adalah sisa-sisa saluran air kuno dan kanal yang digunakan untuk membawa air dari sungai Tungabhadra ke tanki tanki dan bak-bak. Air di dalam candi dipasok oleh saluran air bawah tanah. Salah satu cabang utama dari saluran air disalurkan ke Stepped Tank (Tanki Tangga), sebuah reservoir air yang dalamnya 7 meter. Bahkan penemuan Stepped Tank ini karena cabang dari saluran air sepertinya tidak mengarah kemana-mana. Para arkeolog kemudian menggali tanah pada titik akhir saluran dan akhirnya Stepped Tank ditemukan.


5. Aqueduct of The Miracles


Aqueduct The Miracles (Acueducto de los Milagros) adalah satu dari tiga saluran air Romawi kuno yang dibangun di Mérida yang sekarang terletak di Spanyol. Saluran ini awalnya membawa air untuk kota dari danau buatan, yang disediakan oleh sungai Aberregas sekitar 5 km (3 mil) di barat laut Mérida. Saluran air ini diduga dibangun pada abad ke 1. Abad-abad berikutnya, penduduk Mérida menjulukinya sebagai "Aqueduct of The Miracles" karena aquaduct ini membangkitkan rasa kagum.



4. Les Ferreres Aqueduct


Les Ferreres Aqueduct (juga dikenal sebagai Pont del Diable yang berarti Jembatan Setan) dibangun untuk mengambil air dari Francolí sejauh 15 kilometer (9 mil) ke kota Tarragona yang saat ini terletak di Spanyol. Mungkin berasal dari zaman Augustus, penguasa pertama Kerajaan Romawi. Saluran air Romawi ini memiliki ketinggian maksimum 27 meter dan panjang 249 meter. Saluran ini disusun dengan 25 lengkungan atas dan 11 lengkungan yang lebih rendah.





3. Valens Aqueduct


Aqueduct Valens selesai pada tahun 368 Masehi pada masa pemerintahan Kaisar Romawi, Valen. Ini hanyalah salah satu titik terminal dari sistem saluran air kuno dan kanal Konstantinopel (Istanbul modern, Turki). Panjang total sistem air ini akhirnya mencapai lebih dari 250 kilometer (155 mil), dan menjadi sistem kuno terpanjang. Aqueduct Valens dipulihkan oleh Sultan Ottoman dan beberapa sistem masih menyediakan air bagi Konstantinopel di abad pertengahan. Bagian yang tersisa adalah 921 meter (3021 kaki), sekitar 50 meter kurangnya dari panjang asli. Jalan raya Atatürk lewat di bawah lengkungan saluran air ini.



2. Aqueduct of Segovia


Mungkin dibangun sekitar 50 AD, Aqueduct dari Segovia adalah salah satu monumen paling terpelihara yang ditinggalkan oleh orang Romawi di Spanyol. Saluran air kuno membawa air 16 km (10 mil) dari Sungai Frio ke Segovia dan dibangun dari 24.000 blok batu granit besar tanpa menggunakan mortar. Bagian atas tanah adalah sepanjang 728 meter (2.388 kaki) dan terdiri dari 165 lengkungan yang tingginya lebih dari 9 meter (30 kaki). Ini adalah simbol utama dari Segovia dan masih menyediakan air ke kota itu hingga abad ke-20.


1. Pont du Gard



Pont du Gard (secara harfiah jembatan dari Gard) adalah saluran air kuno di Prancis Selatan yang dibangun oleh Kekaisaran Romawi. Bagian awalnya, kanal sepanjang 50 km (31 mil) menyediakan air segar ke kota Romawi Nîmes. Saluran air Romawi ini seluruhnya dibangun tanpa menggunakan mortar. Batu-batu saluran air ini - beberapa di antaranya berat sampai 6 ton - dipotong sedemikian presisi untuk dapat disusun secara sempurna sehingga tidak lagi membutuhkan mortar. Dari Abad Pertengahan sampai abad ke-18, saluran air kuno ini digunakan sebagai jembatan konvensional untuk memfasilitasi lalu lintas pejalan kaki menyeberangi sungai. Saat ini, Pont du Gard adalah salah satu dari lima tempat wisata di Prancis, dengan 1,4 juta pengunjung pada tahun 2001.
loading...

Post a Comment