Lukisan yang berjudul asli Gefangennahme Diepo Negoros atau Penangkapan Diponegoro ini dibuat oleh Raden Saleh pada tahun 1857, dua tahun setelah wafatnya sang pahlawan di Benteng Rotterdam, Makassar, 8 Januari 1855.

Lukisan berukuran 112 x178 cm tersebut merupakan salah satu lukisan termahal di Indonesia. Werner Kraus seorang kurator asal Jerman yang mengaku sudah 20 tahun mempelajari lukisan-lukisan Raden Saleh menaksir harga lukisan itu menembus USD 3 juta atau Rp 27,9 milyar. Sedangkan menurut putra bungsu Soekarno, Guruh Soekarnoputra dalam sebuah acara di stasiun televisi swasta harganya bisa mencapai Rp. 45 milyar.

Lukisan Penangkapan Diponegoro

Lukisan itu bercerita tentang tentara Belanda yang menjemput seseorang berjubah putih dan besorban hijau. Penduduk yang menyaksikan kejadian tersebut tampak bersedih, mereka bersimpuh di tanah berusaha menahan sang tokoh agar tidak dibawa penjajah. Lukisan yang dilukis oleh Raden Saleh adalah Pangeran Diponegoro, pahlawan nasional kelahiran Jogjakarta yang ditangkap Jenderal De Kock di Magelang, 28 Maret 1830.

Lukisan itu sebelumnya menjadi koleksi Istana Kerajaan Belanda, pada tahun 1978 dihibahkan ke pemerintah Indonesia. Karya seni tersebut kemudian diperbaiki selama dua pekan, kemudian disimpan di Istana Bogor sebelum disimpan sebagai koleksi Istana Kepresidenan.

Lukisan bersejarah ini telah mengalami kerusakan di beberapa bagian. Lukisan itu pernah direstorasi di Singapura untuk memperbaiki kanvas yang sobek, konstruksi pigura hingga warna yang memudar. Restorasi tersebut menelan biaya hingga Rp. 2 miliar.

Raden Saleh adalah pelukis kelahiran Semarang pada tahun 1811. Gaya berpakainya yangfashionable dan nyentrik membuatnya disebut sebagai fashion designer Indonesia pertama. Pada zamanya, Raden Saleh mampu menunjukkan bahwa melukis bisa membuat derajatnya menjadi sangat tinggi. Karena karya-karyanya, Ia dapat bergaul dengan raja-raja Eropa, hal yang hampir mustahil bisa dilakukan warga pribumi saat itu.
Raden Saleh


Lukisan bersejarah itu, kini bertengger di tembok berwarna merah di gedung Galeri Nasional. Di sebelah kanan bawah lukisan terdapat sebuah keterangan dalam kertas kecil berbunyi: Koleksi Istana Kepresidenan. Kabarnya masih banyak lukisan Koleksi Istana Kepresidenan lainya yang kalau ditotal jumlahnya sekitar 2.093 dengan nilai mencapai Triliunan Rupiah. Lukisan-lukisan tersebut tersebar di beberapa daerah, seperti Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta, dan Bali.
loading...

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke situs www.athba.net. Mari berpartisipasi untuk berbudaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk ajang diskusi, berbagi ilmu dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berkomentar. Jangan berkomentar out of topik. dilarang keras menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. DILARANG KERAS MEMASANG LINK HIDUP DI KOLOM KOMENTAR. Pengunjung yang baik adalah mereka yang selalu meninggalkan jejak komentar di setiap artikel tanpa spam.