Selain menjadi juara, kepemilikan aset dan pendapatan menjadi sesuatu hal yang penting untuk klub sepak bola. Bagaimana tidak, klub perlu dana untuk membiayai pemain-pemain yang bergaji tinggi sekaligus mencari bibit unggulnya.
Selain itu, nilai kekayaan suatu klub juga menentukan keberlangsungan kehidupan klub tersebut. Semakin kaya klub itu, semakin lama juga dia akan bertahan. Sebagian besar, klub kaya adalah klub yang paling top di liga lokal mereka, dan juga di regional.
Majalah Forbes April lalu telah merilis daftar 20 klub sepak bola terkaya sejagat. Rata-rata, kekayaan 20 klub tersebut adalah USD 968 juta atau sekitar Rp 9,4 triliun. Angka ini naik 26 persen dibanding tahun yang sebelumnya.
Berikut enam dari 20 klub terkaya sejagat menurut Majalah Forbes yang dihitung berdasarkan musim pertandingan 2011-2012.

1. Real Madrid


Klub bola bermarkas di stadion Santiago Bernabeu, Spanyol ini mempunyai nilai perusahaan yang cukup fantastis. Angka sebesar USD 3,3 miliar atau sekitar Rp 32,1 triliun mampu mengangkat klub ini menjadi klub terkaya sejagat tahun ini. Nilai perusahaan asuhan Jose Mourinho ini naik 76 persen dibanding tahun sebelumnya.
Seiring dengan pencapaian nilai tersebut, juga diikuti dengan pendapatan perusahaan sebesar USD 650 juta (Rp 6,3 triliun) serta pendapatan operasional sebesar USD 170 juta (Rp 1,7 triliun).
Sementara untuk royalti setiap siaran ditaksir hingga mencapai USD 1,154 miliar (Rp 11,2 triliun) sedangkan pendapatan dari sponsor sebesar USD 964 juta (Rp 9,4 triliun).
Keuangan klub ini juga bisa dibilang stabil. Klub asal ibu kota Spanyol ini hanya mencatatkan rasio utang hanya 5 persen dibanding nilai perusahaannya.
Sebagai informasi, Los Meregues ini pernah memenangkan La Liga 32 kali pada tahun 2011-2012 dan memperpanjang kontraknya dengan Adidas sepanjang tahun 2019-2020 untuk nilai kontrak rata-rata sebesar USD 40 juta per tahun.

2. Manchester United


Tim sepak bola papan atas dari Inggris ini mampu mencatatkan nilai perusahaan sebesar USD 3,16 juta atau sekitar Rp 30,76 triliun. Angka ini naik 42 persen dibanding tahun 2012.
Pertumbuhan nilai perusahaan ini juga disertai dengan pendapatan operasional perusahaan sebesar USD 144 juta (Rp 1,4 triliun) dan pendapatan bersih sebesar USD 502 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun.
Adapun pendapatan yang didapat dari penyiaran klub yang bermarkas di Old Trafford ini sebesar USD 925 juta (Rp 9 triliun) dengan pendapatan iklan senilai USD 930 juta (Rp 9,1 triliun).
Klub dengan julukan The Red Devils juga hanya mencatatkan rasio utangnya sebesar 18 persen.
Sebagai informasi, klub di bawah arahan Sir Alex Ferguson mendapatkan kesepakatan sponsorship dengan General Motors untuk pembuatan mobil Chevrolet dengan nilai USD 70 pada tahun 2014-2015 dan total USD 559 juta untuk 7 tahun.

3. Barcelona


Klub yang berpusat di kota Spanyol ini mampu meningkatkan pencapaian nilai perusahaan hingga 99 persen menjadi USD 2,6 miliar atau sekitar Rp 25,3 triliun di tahun 2013.
Lonjakan angka ini didapatkan dari pendapatan perusahaan sebesar USD 613 juta atau sekitar Rp 5,97 triliun dan pendapatan operasional sebesar USD 160 juta atau sekitar Rp 1,57 triliun.
Dengan pendapatan siaran sebesar USD 871 juta dan mampu menyerap iklan di stadion Cam Nou senilai USD 805 juta. Sementara, rasio utang perusahaan hanya sebesar 6 persen.
Sebagai informasi, Barcelona mendapatkan kerja sama untuk jersey klub Qatar Sport Investments yang sudah dimulai sejak  musim lalu dengan nilai kontrak rata-rata USD 38 juta per tahun sepanjang 2015-2016.

4. Arsenal


Klub yang dimiliki oleh E Stanley Kroenke ini telah berhasil mencatatkan nilai perusahaan hingga USD 1,3 miliar atau sekitar Rp 12,7 triliun.
Nilai tersebut didukung oleh pendapatan perseroan sebesar USD 368 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun. Sementara pendapatan operasional mencapai USD 55 juta atau sekitar Rp 535 miliar.
Sayangnya, klub ini menanggung beban utang 29 persen dari total nilai perusahaan. Jika dirata-rata, klub ini mempunyai pendapatan per permainan sebesar USD 149 juta untuk musim 2011-2012. Angka tersebut terbesar ketiga seiring dengan kapasitas stadion Emirates.

5. Bayern Munich


Bayern Munich menjadi klub paling kaya di Jerman. Tahun ini, kekayaan klub tersebut mencapai USD 1,3 miliar atau sekitar Rp 12,7 triliun, hanya selisih sedikit dari Arsenal.
Kekayaan tersebut didukung oleh pendapatan perusahaan yang mencapai USD 468 juta atau sekitar Rp 4,56 triliun. Sementara rasio utang perusahaan hanya 5 persen dari total nilai klub tersebut.
Tahun lalu, klub ini hanya menjadi runner up di Bundesliga dan Liga Champion. Hal tersebut menaikkan distribusi pendapatan pusat ERFA 19 persen menjadi USD 56 juta.

6. AC Milan


Klub asal kota fesyen Italia ini menjadi klub terkaya di Italia dengan nilai kekayaan USD 945 juta atau sekitar Rp 9,2 triliun. Hal tersebut didukung oleh pendapatan perseroan yang mencapai USD 326 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun.
Keuangan tim milik Silvio Berlusconi ini tercatat stabil dengan rasio utang hanya 5 persen dibanding nilai keseluruhan.
Meski begitu, untuk musim 2011-2012, klub ini kurang mencapai target untuk pendapatan rata-rata hari pertandingan. Hal tersebut dipicu oleh stadion San Siro yang sudah tua yang menyebabkan penurunan penonton sebesar 10 persen menjadi 48.500 penonton saja.

loading...

Post a Comment