Setiap kali pria dan wanita bertengkar, pria lah yang akhirnya selalu meminta maaf terlebih dahulu. Bahkan meski si wanita sebetulnya yang salah sekalipun, pria lah yang dituntut untuk meminta maaf terlebih dulu. Walau tentu saja, beberapa pasangan mengalami hal berbeda - si wanita yang pertama meminta maaf. Namun, pada kenyataannya pria lebih sering melakukannya. Berikut adalah beberapa alasan mengapa wanita lebih sulit meminta maaf pada pasangan.


1. Kontrol yang lebih besar

Ini adalah fakta yang tak terbantahkan, bahwa ketika berkaitan dengan hubungan cinta, wanita memiliki kontrol lebih besar terhadap pasangan. Mereka tahu pria tidak bisa bertahan terlalu lama untuk melawan mereka. Pria bahkan lebih cepat luluh hatinya ketika berhadapan dengan air mata dan rengekan wanita.

2. Kalah

Orang yang meminta maaf duluan akan dianggap kalah. Para wanita cukup pintar untuk mengetahui hal ini. Oleh sebab itu, wanita memastikan bahwa mereka tidak pernah mengatakan maaf terlebih dahulu kepada pria.

3. Mengetes

Pada tahap awal hubungan, wanita suka mengetes pasangannya. Wanita akan mencoba mendorong pria hingga mencapai batasnya, hanya untuk melihat apakah dia pantas untuknya. Wanita juga akan bertengkar dengan pria karena alasan sepele dan menolak untuk berbicara ketika pertengkaran itu berakhir. Mereka akan bersikeras untuk tidak minta maaf duluan, hanya untuk melihat apakah pasangannya akan mengatakan maaf itu terlebih dahulu atau tidak.

4. Menikmati kekalahan pasangan

Tipe wanita semacam ini banyak dijumpai saat ini. Dia akan membuat pria meminta maaf dan merendahkan diri di hadapannya. Sebab, itu akan membuatnya senang dan di atas angin.

Baik wanita maupun pria, siapapun yang salah seharusnya berlapang dada untuk meminta maaf. Jika tidak, bagaimana mungkin sebuah hubungan bisa dikatakan seimbang dan saling dukung.
loading...

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung ke situs www.athba.net. Mari berpartisipasi untuk berbudaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk ajang diskusi, berbagi ilmu dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berkomentar. Jangan berkomentar out of topik. dilarang keras menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. DILARANG KERAS MEMASANG LINK HIDUP DI KOLOM KOMENTAR. Pengunjung yang baik adalah mereka yang selalu meninggalkan jejak komentar di setiap artikel tanpa spam.